Posting lain

USBTeX - Portable Latex application
Safari 4 Beta - Release
JavaScriptMVC 1.5 Release
TinyChat - Free online chat room
Free Icon set
Pixlr - Online image editor
DBF Converter program
Online Favicon generator
jLINQ - Plugin jQuery untuk penulisan sintaks LINQ
Delphi component
Rumah kecil @ The Address Cibubur
Installasi AJAX Toolkits pada Visual Studio 2005
LINQ to SQL (Part 4)
LINQ to XML (Part 3)
LINQ to OBJECT (Part 2)
Berkenalan dengan LINQ (Part 1)
Error Visual studio 2008 pada windows Vista
VirtualBox - professional, flexible, open
Backup.. backup.. backup...
Ruangkecil.Or.id - Magz #0
Ruang Utama
weblog
experimental
portfolio
kontak
 

[DEAD MATCH] Imigrasi vs Jamsostek

Ditulis oleh : JerryPeter
Tanggal : 2006-08-24 (15:10:33)
Total view : 256 kali
Posting category : Blog




[DEAD MATCH] Imigrasi vs Jamsostek

23 Agustus 2006 harus bangun pagi karena harus mengurus Paspor di IMIGRASI Jakarta timur, lokasi Imigrasi Jakarta Timur ini tepat berada di samping Lembaga Pemasyarakatan garis miring Penjara garis miring LP Cipinang.

Hari ini hari kedua gue dateng kesini, di hari pertama 1 minggu sebelumnya gue sudah dateng kesini untuk menasukan berkas-berkas yang di perlukan, Sekedar info berikut berkas yang perlu di persiapkan saat mengajukan permohonan pembuatan Paspor :
1. Foto copy Ijazah SD (Konon karena di Ijazah SD ada nama orang tua)
2. Foto Copy Kartu Keluarga.
3. Foto Copy Surat nikah orang tua.
4. Foto copy KTP.
5. Foto copy Surat keterangan kerja.

Di hari pertama (1 minggu sebelumnya) gue memang bertekat gag mau lewat Calo buat ngurus Paspor ini jadi gue bela2in berangkat pagi ke Imigrasi, dan sampai di Imigrasi terlihat banyak papan yang bertuliskan "Uruslah paspor anda sendiri, jangan melalui Calo atau perantara" di sekitar kantor imigrasi, dan gue cukup senang melihat tulisan tersebut karena gue pikir bakal bersih proses pengurusan di dalam.

Tapi setelah masuk kedalam terlihat banyak sekali Calo berkeliaran yang menurut gue sebagai orang awam sangat bisa terlihat dengan jelas orang-orang yang berstatus Calo tersebut, mending di buang aja papan slogan yang ada disana.



Procedure pertama untuk mengajukan permohonan adalah membeli Formulir seharga 15 ribu perak, saat mau beli formulir gue lihat ada 2 orang yang lagi asik ngobrol sambil minum kopi didalam ruangan tempat membeli formulir tersebut. Satu berseragam dan yang satu tampa seragam dan terlihat cukup rapi.

Pertama gue menanyakan untuk membeli formulir seorang dari mereka (yang tidak pakai seragam) langsung menawarkan bantuan "Mau di bantu mas, satu hari bisa selesai" ... di depan petugas berseragam terang-terangan menawarkan jasa, parah =(
Tapi karena gue sudah bertekat tidak lewat calo dan sudah datang pagi jadi gue tolak dan langsung ambil formulir resmi yang ada.

Setelah formulir sebanyak 4 lembar diisi selanjutnya kita perlu memasukan formulir tersebut beserta berkas2 yang ada ke salah satu loket pendaftaran. 15 menit setelah menunggu panggilan akhirnya berkas gue selesai di proses dan di kasih 1 lembar karton kecil berisi tanda terima berkas dan di minta untuk datang kembali 1 minggu berikutnya untuk poto dan interview... anjriiit 1 minggu lagi, gue kira bisa selesai hari itu juga semua urusan pembuatan paspor disana, GEBLEK =(

Dari sini tekat untuk tidak pake Calo sudah mulai berkurang, dan akhirnya mencoba ngobrol sama Pria di dekat loket formulir untuk negosiasi jasa yang di tawarkan sebelumnya. Setelah ngobrol ternyata di kasih harga 700 untuk bantuan dari dia, sementara kalo lewat jalur resmi cuma seharga Rp. 265.000,-
Karena terlalu beda jauh gue memutuskan untuk balik sendiri aja minggu depan.

Hari ini hari kedua gue balik ke Imigrasi untuk Photo dan Interview, karena males ngantri jadi gue dateng pagi kesana.
Sampe di imigrasi sekitar jam 8 lewat gue langsung nunggu di depan loket tempat gue harus kembali, dan sekitar jam 8.30 Loket sudah dibuka walau sebenernya jadwal loket seharusnya buka jam 9.00 atau 30 menit lebih cepat dari jadwal seharusnya... Ini point bagus sepertinya buat Imigrasi Jakarta Timur.

Selesai membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 265.000,- procedure selanjutnya adalah cap sidik jari, photo, dan interview.
Ketiga proses selanjutnya kemaren gue cukup cepet sekitar 30 menit sudah selesai semua. Pelayan di 3 loket tersebut juga cukup ramah menurut gue dan ini juga jadi point Plus buat mereka.

Selesai semua proses gue di mintta dateng ke loket awal pendaftaran dan disana menerima 1 lembar bukti pembayaran sebagai tanda terima untuk nantinya dipakai pengambilan Paspor, dan dari sini gue lagi-lagi di minta untuk balik 1 minggu kedepan untuk mengambil Paspor yang sudah jadi... *Halah* ... Karena males berdebat gue memutuskan untuk ikutin aja procedure mereka.

After all, saat gue mengurus paspor ini butuh kurang lebih 2 minggu dengan 3 kali mondar-mandir ke Imigrasi.

JAMSOSTEK
Di hari yang sama gue juga langsung ke Jamsostek di daerah Fatmawati, tepatnya gag jauh setelah lampu merah fatmawati yg menuju lebak bulus di samping Showroom Ford. Sampe disini sektiar jam 1 siang, gue ke Jamsostek ini untuk mengambil uang Jamsostek gue setelah berhenti bekerja di tempat lama dan masa keikutsertaan sudah lebih dari 5 tahun.

Procedure pertama untuk mengajukan penarikan adalah mengambil Formulir yang ada dan diisi lengkap, selain fomulir yang ada kita perlu menyiapkan berkas-berkas berikut sebelum datang ke Jamsostek.
1. Foto copy KTP
2. Foto copy Kartu keluarga
3. Foto copy surat keterangan berhenti bekerja
4. Slip saldo terakhir JAMSOSTEK (Asli)
5. Kartu Jamsostek (Asli)

Setelah melengkapi semua persyaratan gue mengajukan berkas permohonan tsb ke salah satu petugas yg ada di mejad, gag lama setelah menunggu gue di panggil dan di berikan perincian data JAMSOSTEK gue yg bisa di ambil, dan ternyata semua dana tersebut baru dapat Cair 6 bulan dari tanggal kita mengajukan..... PARAAAAHH BANGET, 6 Bulan nunggu-nya.
Setelah mencoba bertanya dengan nada sedikit kecewa, gue cuma dapet penjelasan kalo semua datanya harus diperiksa dulu dan ada masa tunggu selama 6 bulan tersebut dan itu memang sudah procedure-nya ..... =(((

Parah banget menurut gue birokrasi di Jamsostek ini, padahal cukup banyak perusahaan yang memakai jasa mereka namun untuk menarik dana yang ada harus menunggu Birokrasi sampai 6 bulan, gue sendiri gag tau kenapa bisa sampai selama itu prosesnya.

Dari hasil perbandingan antara IMIGRASI dan JAMSOSTEK ini gue rasa keduanya sama2 menngecewakan, namun Imigrasi masih sedikit lebih bagus walaupun cukup lama juga proses disana.





BERIKAN KOMENTAR SILAKAN TULIS DISINI

Name
URL
Comment